Kamis, 27 Juni 2013

UJI DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN ELEKTROLIT



LAPORAN
HASIL PENGAMATAN
UJI DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN ELEKTROLIT


                                





oleh  :
·         RENDRA FAUZI
·         BQ. SHANAZT QUAMILLA
·         GANIA RIZKI AUDINA
·         SITI ZORAYA IFA RIANDA





Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa  Allah SWT. atas segala limpahan Rahmat, sertaTaufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan tentang “Electroyte solution atau pengujian daya hantar listrik pada larutan ” ini dengan sangat baik. Semoga laporan ini dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman dan petunjuk bagi pembaca dalam melakukan praktikum atau materi hal yang sama.

Harapan kami semoga laporan bisa menambah pengetahuan bagi para pembaca, sehingga dapat memperbaiki isi laporan ini sehingga kedepannya dapat menjadi lebih baik.

Laporan kami rasa masih memiliki banyak kekurangan, seehingga membutuhkan banyak masukan dari para pembaca.Karena laporan ini akan menjadi lebih baik lagi apabila mendapat banyak isi dari berbagai pendapat anda.


Mataram, 3 Februari 2012


PENULIS












DAFTAR ISI
i.                    Kata pengantar …..                                                           i
A.   Dasar  teori ……………………………                      1
B.   Tujuan Pengamatan ………………..……                   2
C.   Alat dan bahan ……………………….                                   3
D.   Cara kerja …………………………….                                   4
E.   Table hasil pengamatan …………....                           5
F.    Pembahasan hasil pengamatan ……..…                      6
G.   Kesimpulan …………………………..                                    7
H.   Latihan soal ………………………….                                    8
I.      Jawaban latihan soal…………………                         9                    



















DASAR TEORI:
Teori Ion Svante August Arrhenius
Mengapa larutan elektorit dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik?
Penjelasan tentang permasalahan diatas pertama kali ditemukan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927) dari Swedia saat presentasi disertasi Ph-Dnya di Universitas Uppsala Tahun 1884. Menurutnya, zat elektrolit dalam larutannya akan terurai menjadi partikel-partikel yang berupa atom atau gugus atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ION. Ion yang bermuatan positif disebut Kation, dan ion yang bermuatan negative dinamakan Anion. Peristiwa terurainya suatu elektrolit menjadi ion-ionnya disebut proses IONISASI. Ion-ion zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Sedangkan zat non elektrolit ketika di larutkan dalam air tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik.Hal inilah yang menyebabkan larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik. Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan:
a.       Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, karena zat elektrolit dalam larutannya terurai menjadi ion-ion bermuatan listrik dan ion-ion tersebut selalu bergerak bebas.
b.      Larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik karena zat non elektrolit dalam larutannya tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik.
Zat elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena telah terionisasi menjadi ion-ion bermuatan listrik.
Zat non elektrolit adalah zat yang dalam bentuk larutannya tidak dapat menghantarkan arus listrik, krena tidak terionisasi menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul.









TUJUAN:
1.      Terampil merangkai alat uji daya hantar listrik larutan.
2.      Dapat melakukan pengamatan gejala hantaran arus listrik pada beberapa larutan.
3.      Dapat membedakan antara larutan elekrolit dengan larutan non elektrolit.
4.      Dapat menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit.
5.      Mempelajari daya hantar listrik beberapa larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.   
6.      Mendalami sifat fisik kimia beberapa larutan elektrolit dan non elektrolit tentang daya hantar listrik, perbedaan voltase dan arus listrik yang ditimbulkan.
7.      Mempelajari cara membedakan larutan nonelektrolit, elektrolit kuat, dan elektrolit lemah.
8.      Mempelajari bagaimana larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik
9.     Mempelajari penyebab sifat hantar listrik larutan elektrolit.



















ALAT DAN BAHAN:
 1. Seperangkat alat uji elektrolit                   
 2. Gelas kimia                                                           
 3. Air pencuci (H2CO2O4)                                                     
 4. Larutan Amonium Hidroksida (NH4OH)                                                 
 5. Lautan Natrium Hidoksida ((NaOH))
 6. Larutan Natrium Clorida (NaCl)
 7. Larutan Gula (C12H22O11)
 8. Larutan CH3COOH
 9. C2H5OH
 10. Larutah Asam Klorida (HCl)



























CARA KERJA:
-          Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
-          Atur alat uji elektrolit seperti pada gambar
-          Isi 50ml larutan pada setiap gelas ukur ( gelas kimia)
-          Ujilah  larutan dengan menempatkan elektroda di gelas ukur
-          amati setiap perubahan yang terjadi baik dari segi nyala lampu
maupun segi banyaknya gelombang elektrolit yang dihasilkan 
-          cucilah elektroda kembali sebelum dipakai kembali  dan kemudian dikeringkan dengan tisu agar larutan yang awal tidak tercampur dengan dengan larutan yang baru.
-          Langkah kerja dilakukan sama untuk larutan yang lain.










TABEL PENGAMATAN:

No.
Larutan
Lampu
Elektrolit
E/NE
1
HCl
Menyala
Banyak
E, Kuat
2
C2H5OH
Mati
-
NE
3
NH3
Mati
Sedikit
E, Lemah
4
C12H22O11
Mati
-
NE
5
NaOH
Menyala
Banyak
E, Kuat
6
CH3COOH
Mati
Banyak
E, Lemah
7
NaCl
Menyala
Banyak
E, Kuat
8
Air Sabun (H2CO2O4)
Mati
Sedikit
E, Lemah


















PEMBAHASAN:
 Berdasarkan pengamatn tersebut larutan uji dapat di bagi menjadi:
a.       Larutan Elektrolit Kuat, yaitu larutan elektrolit yang terionisasi sempurna.Indikator pengamatan ialah dari nyala lampu terang dan timbul gelembung gas pada electrode.
Contoh larutan ujinya adalah: HCl
b.      Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang terionisasi belum sempurna. Indikator pengamatan ialah dari nyala lampu yang redup dan adapula yang tidak menyala tetapi timbul gelembung gas pada electrode.
Contoh larutannya ialah : H2O
c.       Larutan non elektrolit , yaitu larutan yang tidak terionisasi. Indikator pengamatan ialah dari nyala lampu yang tidak menyala dan tidak timbul gelembung gas pada electrode.
Contoh larutannya ialah : C12H22O11

·         Elektrolit Kuat:
-          HCl
-          NaOH
-          NaCl

·         Elektrolit Lemah
-          NH3
-          CH3COOH
-          Air Pencuci

·         Non Elektrolit:
-          C2H5OH
-          C12H22O11


Ø  Elektrolit Kuat:           -           HCl → H++Cl-
-           NaOH → Na++OH-
-           NaCl → Na++Cl-

Ø  Elektrolit Lemah:        -           NH3↔NH4++OH
-           CH3COOH ↔ CH3CO++OH­-
-           Air Sabun (H2CO2O4) ↔ 2H++CO2O42-

Ø  Non Elektrolit             -           C2H5OH → C2H5++OH-
                                    -           C12H22O11 → C12H22O11




KESIMPULAN:
Kesimpulan:
a.       Suatu larutan dikatakan elektrolit kuat apabila dari uji daya listrik 1 lampu menyala terang dan gelembung elektroda yang banyak disebabkan karena banyaknya ion yang ada pada larutan tersebut.
b.      Suatu larutan dikatakan elektrolit lemah apabila dari uji daya listrik lampu tidak menyala dan terdapat banyak atau sedikit gelembung elektroda karena disebabkan di dalam larutan terdapat ion namun maih sedikit.
c.       Suatu larutan dikatakan non elektrolit apabila dari uji daya listrik lampu tidak menyala dan tidak ada gelebuung elektroda karena larutan tersebut tidak memiliki ion.
Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa setiap larutan memiliki daya hantar listrik yang berbeda-beda. Daya hantar listrik tersebut disebabkan karena suatu peristiwa dimana terurainya suatu elektrolit menjadi ion-ionnya peristiwa ini disebut proses IONISASI. Ion-ion zat elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Sedangkan zat non elektrolit ketika di larutkan dalam air tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan listrik.Hal inilah yang menyebabkan larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik.










                              






LATIHAN SOAL
1)      Dari pengamatn tersebut Golongkanlah larutan uji berdasarkan tingkat daya hantar listriknya?
2)      Bagaimanakah penjelasan yang dapat disimpulkan dari pengamatan tersebut!
3)      Bagaimanakah penjelasan secara ringkas cara uji larutan !
























JAWABAN
1.      larutan elektrolit :
-NaCl
-NaOH
-HCL
-KCL (redup)

larutan non elektrolit :
-etanol
-airgula
2.      a. Larutan Elektrolit Kuat, yaitu larutan elektrolit yang terionisasi sempurna.Indikator pengamatan ialah dari nyala lampu terang dan timbul gelembung gas pada electrode.
b. Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit yang terionisasi belum sempurna. Indikator pengamatan ialah dari nyala lampu yang redup dan adapula yang tidak menyala tetapi timbul gelembung gas pada electrode.
c. Larutan non elektrolit , yaitu larutan yang tidak terionisasi. Indikator pengamatan ialah dari nyala lampu yang tidak menyala dan tidak timbul gelembung gas pada electrode.
3.      caranya memasukan elektroda kedalam larutan tersebut kemudian lihat apa yang terjadi , jika di sekitar elektroda terdapat gelembung-gelembung air dan lampu menyala , berarti larutan tersebut mrngandung elektrolit , jika tidak ada gelembung air dan lampu tidak menyala maka larutan tersebut tidak mengandung elektrolit .
3.   karena pada saat senyawa-senyawa seperti NaCl , NaOH , HCL         dan KCL di larutkan kedalam air , senyawa tersebut akan ter ionisasi membentuk ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan itulah yang menyebabkan larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik . semakin banyak ion yang terkandung dalam larutan elektrolit maka akan semakin tinggi pula daya hantar listriknya . sumber dari larutan elektrolit adalah senyawa ion dan senyawa kovalen polar .









Alat dan bahan yang  dibutuhkan
FOTO-FOTO KEGIATAN










Reaksi elektrolit yang terjadi akibat cairan HCl
 


















SELESAI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar